patah hati

5 cara mengatasi patah hati

Hai kaum muda…

Bicara tentang cinta, kita pasti bicara tentang luka. Banyak yang jatuh cinta, banyak juga yang terluka. Terluka karena pengkhianatan, perpisahan, dan pergi tanpa alasan. Mungkin kaum muda pernah mengalami salah satunya? Seperti pengalaman saya, luka yang pernah saya terima adalah pergi tanpa alasan. Orang-orang mungkin memaknai luka itu biasa saja. meratap dan bersedih adalah sesuatu yang berlebihan. “Yaelah! Begitu doang lebay amat. Santai aja, bawa happy aja.” Mereka menuntutmu untuk selalu tersenyum dan tertawa. Nyatanya mereka tak pernah tau apa yang kamu rasakan. Kamu ingin hatimu baik-baik saja, tapi kenyataan berkata lain. Terkadang kita mencoba menutupi kesedihan di saat kumpul bareng dengan teman-teman. Tetapi kita tak bisa membohongi hati yang sedang dilanda kegalauan.

5 cara mengatasi patah hati

Adakalanya kita seketika menangis tanpa terduga. Sesuatu mengingatkan kita tentang dirinya. Melalui air mata kamu bisa menumpahkan segalanya. Setelahnya, kita pasti merasa lega. Memendam kesedihan sendiri saja tidak baik. Hal itu akan membuatmu merasa menjadi orang yang paling sendiri dimuka bumi. Saat bersedih kita butuh hiburan untuk diri sendiri. Menangis adalah hiburan yang tepat untuk mengenang betapa sebuah keberadaan sangat membahagiakan. Tarik nafas lalu lepaskan segala kesedihan yang membuatmu lelah. Bagi kaum muda yang sedang dilanda kegalauan, hal yang tepat dilakukan adalah:

1. Melakukan kegiatan orang patah hati

Menyendiri adalah salah satu kegiatan orang patah hati. Menjauhkan diri dari keramaian. Merebahkan diri di kamar sambil memutar lagu melancolis tentangnya hingga tak sadar air matamu mengalir. Mengenang kembali hal-hal manis bersamanya. Lakukan kapanpun kau ingin melakukannya. Jangan tunjukkan kelemahanmu di depan orang lain. Cukup kesedihan dan luka ini kau yang tahu.

2. Bertanya pada diri sendiri

Apa yang membuatnya meninggalkanku? Mengapa dia melakukan itu? merenungi atas apa yang terjadi adalah salah satu pembelajaran yang baik untuk pengalaman ke depan. Ada kalanya kita bisa mengintropeksi diri untuk memperbaiki kesalahan. Ketika kita ingin memutuskan untuk mencintai seseorang lagi, kita tidak akan melakukan hal yang sama.

3. Berbagi dengan teman-teman

Jangan merasa kamu sendirian. Saat kau merasa terluka, larilah ke pelukkan teman atau sahabat yang kamu percaya bisa menjaga rahasia dan memberikan saran terbaik dalam menentukan langkah apa yang harus kamu lakukan selanjutnya. Temanmu akan mengerti bagaimana perasaanmu, mereka akan membuatmu tersenyum dan kembali ceria. Menyimpan kesedihan sendirian akan membuatmu terlarut.

4. Berdamai dengan kenangan

Kenangan bersamanya tak harus semua di lupakan. Kenanglah ia sebagai orang yang baik. Tidak baik jika kau mengenangnya sebagai orang brengsek dan tak punya hati. Sulit dan menyesakkan untuk melupakan dia, tapi tidak kenangannya. Tak perlu takut, kamu akan terbiasa dengan waktu tanpa dirinya. Ingatlah luka ini sebagai cara Tuhan untuk membuatmu sadar bahwa dia bukanlah seserang yang pantas kamu percayai. Jangan memaksakan diri untuk segera move on, biarkan mengalir seperti biasanya.

5. Yakinkan hati untuk bahagia

Ada masanya kamu akan melupakan sebagian darinya. Mulai terbiasa menjalani hidup tanpanya. Hatimu harus tetap bahagia. Maka katakan pada dirimu “Sekarang hatiku sudah pantas untuk bahagia. Pergilah! Tanpamu aku baik-baik saja.” sadarkan hatimu, bukan dia yang ada di dunia ini. Ada miliyaran manusia yang hidup di dunia ini pasti diantaranya ada yang bisa menerimamu dan mencintaimu

Nah! kaum muda, apakah kamu akan terus-terus berlarut-larut dalam kesedihan dan membuat hatimu galau terus-terusan? Atau kamu ingin bangkit dari luka dan penderitaan dari luka yang dia sebabkan? Semua keputusan ada di tanganmu. Tak selamanya kau harus mengingatnya dan tak ingin jatuh cinta hanya karena takut di sakiti lagi. Semoga ini bermanfaat untuk kaum muda sekalian.

About the Author: khavidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *