Memahami cara mendidik anak yang baik dan benar

Memahami cara mendidik anak yang baik dan benar

Tingkah lucu anak-anak memang tiada habisnya, jangankan saat ia tertawa hanya menatap pun bisa membuat yang ditatap tersenyum bahagia. Saat menangis pun terlihat menggemaskan, saat berbicara yang melihatnya tersenyum ramah.

Tapi tak jarang pula tingkah nakalnya membuat para orang tua jengkel, bahkan marah. Disinilah adegan menyeramkan terjadi mulai dari memukul, mencubit, bahkan mengurung anak agar ia tahu apa kesalahannya.

Hukuman-hukuman di atas adalah salah satu hal yang berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Dari situlah pola asuh orang tua dipertanyakan.

Apakah pola asuhnya sudah sesuai dengan tahap pertumbuhan anak?

Bagaimana pola asuh yang baik serta sesuai dengan pertumbuhan anak?

Sebelum membahas kedua hal tersebut, kita harus mengetahui pengertian pola asuh itu sendiri.

Pengertian pola asuh adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak, baik segi positif maupun negatif.

Memahami cara mendidik anak yang baik dan benar

Pengertian mudahnya, pola asuh merupakan sikap atau perilaku orang tua saat berinteraki dengan anak meliputi saat :

1. Menerapkan aturan
2. Mengajarkan nilai/norma
3. Memberikan perhatian dan kasih sayang
4. Menunjukkan perilaku yang baik

Nah penerapan pola asuh tersebut sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak sampai dewasa, ditambah lagi dengan kondisi, lingkungan dan pergaulan.

Setiap orang tua memiliki cara yang berbeda-beda, dari sinilah pola asuh dapat dikelompokan. Nuhudhy merangkumnya dalam 4 pola asuh yang terjadi dalam pertumbuhan anak anak, pola asuh tersebut adalah :

1. Pola Asuh Demokratis

Pola asuh demokratis yaitu pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka.

Tipe-tipe orang tua pada pola asuh ini :

– Realistis terhadap kemampuan anak.
– Tidak berharap berlebihan yang melampaui kemampuan anak.
– Memberikan kebebasan pada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan.
– Pendekatan pada anak bersifat hangat.

2. Pola Asuh Otoriter

Pola ini merupakan kebalikan dari pola asuh demokratis, yaitu dengan menetapkan standar mutlak yang harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman.

Tipe orangtua pada pola asuh otoriter cenderung :

– Memaksa
– Memerintah
– Menghukum

3. Pola Asuh Permisif

Pola asuh ini biasa disebuy dengan pola asuh pemanja, memberikan pengawasan yang sangat longgar, serta memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup.

Tipe orang tua pada pola asuh ini adalah bersifat hangat sehingga seringkali disukai anak-anak.

4. Pola Asuh Penelantar

Orang tua pada tipe ini umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anaknya. Perilaku penelantar ini bersifat fisik dan psikis.

Sebagai orang tua pola asuh yang manakah yang sudah anda gunakan?

Para calon orang tua pola asuh manakah yang ingin anda terapkan?

Semoga kita dapat menerapkan pola asuh yang terbaik terhadap pertumbuhan kepribadian anak.

Dari ke empat pola asuh diatas masing-masingnya membawa dampak tersendiri bagi kepribadian, dan sifat anak baik yang bersifat fisik maupun psikis. Setiap orang tua harus mengerti apa bakat dan minat anak untuk menunjang tumbuh kembangnya, serta pembentukan karakternya. Pola asuh menjadi salah satu peran utama dalam pembentukan karakter anak.

Setiap pola asuh memberikan dampak dan pengaruh tersendiri.

Pola asuh demokratis menghasilkan karakter anak :

– Mandiri
– Dapat mengontrol diri
– Mempunyai hubungan baik dengan teman
– Mampu menghadapi stress
– Mempunyai minat terhadap hal baru
– Kooperatif terhadap orang lain

Pola asuh otoriter menghasilkan karakter anak :

– Penakut
– Pendiam
– Tertutup
– Tidak berinisiatif
– Gemar menentang
– Suka melanggar norma
– Berkepribadian lemah
– Cemas
– Menarik diri

Pola asuh permisif akan menghasilkan karakter anak :

– Impulsif
– Agresif
– Tidak patuh
– Manja
– Kurang mandiri
– Mau menang sendiri
– Kurang percaya diri
– Kurang matang secara sosial

Pola asuh penelantar akan menghasilkan karakter anak :

– Moody
– Impulsif
– Agresif
– Kurang bertanggung jawab
– Tidak mau mengalah
– Self ensteem (harga diri) yang rendah
– Sering bolos
– Bermasalah dengan teman

Itulah keempat pengaruh pola asuh terhadap karakteristik anak. Bagaimanapun pola asuhnya orang tua menginginkan yang terbaik bagi anaknya, alangkah lebih baik jika para orang tua bisa menerapkan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan anak. Pada artikel ini memang pola asuh yang baik dan sesuai adalah pola asuh demokratis, taoi dibalik itu pola asuh terbaik adalah pola asuh orang tua yang didasari dengan cinta, kasih sayang, dan kebijaksanaan.

Ada kalanya orang tua menggeleng walau anak berguling-guling karena menginginkan sesuatu, ada kalanya orang tua diam tanpa respon. Semua akan baik-baik saja jika ketegasan tersebut diakhiri oleh pelukan dan kata maaf. Karena menjadi orang tua bukanlah tanpa kesalahan dan anti kata maaf, tapi orang tua yang mulia adalah yang dengan tulus mendekap erat anakanya untuk meminta maaf.

“Menjadi orang tua yang baik memang tidak ada sekolahnya, tapi untuk menjadi orang tua yang lebih baik selalu ada jalannya.”

Demikian artikel kali ini tentang memahami cara mendidik anak yang baik dan benar. Semoga bermanfaat dan jangan lupa berikan masukan sarannya lewat kolom komentar untuk membantu membangun blog nuhudhy.com lebih baik lagi. Terima kasih.

Jangan lupa share !!!!

2 pemikiran pada “Memahami cara mendidik anak yang baik dan benar”

Tinggalkan komentar