Kisah kehidupan: Dinda Sang Wanita Shalihah

Dalam kehidupan ini pasti semua orang memiliki cobaan yang pahit dalam hidupnya, coba tuhan yang di berikan kepada kita melalui berbagai macam cara mulai dari cobaan materi, keluarga, fisik dan lainya, tetapi di situlah terkadang ke imanan sesorang mulai goyah dan mulai tidak percaya bahwa sesungguhnya tuhan memberikan cobaan terhadap hambanya bukan lain agar hambanya lebih dekat kepada-Nya dan agar hambanya lebih sabar dalam menghadapi suatu masalah kedepannya.

Tetapi terkadang kita malah merasa di pojokan dan merasa tidak adil, seolah-olah hanya kita yang di beri cobaan oleh tuhan di dunia ini, kita tak sadar bahwa masih banyak orang yang lebih besar cobaanya dan mereka selalu kuat dan malah semakin dekat kepada sang pecipta, seperti cerita kisah yang akan saya tulis di bawah ini tentang sosok wanita sholehah yang tangguh dalam menghadapi sebuah cobaan dalam kehidupannya.

Kisah kehidupan: Dinda Sang Wanita Shalihah

Panggil saja dia adinda, seorang gadis remaja satu-satunya wanita dari dua bersaudara, dia hidup di kelilingi dengan orang-orang yang sayang kepadanya, terutama keluarganya mereka selalu memberikan kasih sayang paling terbaik untuknya. Sebagai seorang gadis yang masih remaja dinda di tuntut agar menjadi seorang wanita yang sopan santun, berakhlaq mulia dan mengerti tentang ilmu dan ajaran agama.

sebagai keluarga terutama ayahnya tidak tidak ingin kalau adinda di usianya yang masih labil hanya mengikuti nafsu yang belum terkontrol seketika dalam menghadapi masa remajanya, adinda di tuntut wajib mengaji di pesantren desanya selepas pulang sekolahnya. Adinda memang sosok anak yang nurut dan patuh terhadap peraturan yang di buat oleh keluarganya, dia tak pernah protes atau pun mengeluh dengan apa yang harus di hadapinya, dia selalu ceria tak nampak wajah kesal atau pun gelisah di hari-harinya, karena dia sadar peraturan yang di buat oleh ayahnya itu bukan lain demi kebaikannya.

Bulan demi bulan pun berganti, kini adinda pun sudah semakin dewasa dalam permikirannya, dia sudah cerdas mana yang baik dan buruk untuknya. Cobaan pun datang dari keluarganya, sang ayah dan sang ibu harus berpisah karena ada suatu masalah yang harus di selesaikan dengan perpisahan, adinda mau tidak mau harus menerima keadaan itu, adinda pun merasa kecewa dan gelisah kenapa harus berpisah jalan solusinya.

Adinda binggung harus memilih siapa ke dua-duanya adalah orang tuanya, dia tidak mau kalau harus membuat luka di salah satu hati orang tuanya, karena sang kakak memilih tinggal sama sang ibu akhirnya adinda memilih untuk tinggal sama ayahnya agar semuanya adil tidak ada yang di pojokan atau di salahkan, adinda dan sang ayah pun pergi dari rumah sang ibu, mereka akan tinggal di kampung ayahnya.

Kini adinda hanya tinggal berdua sama sang ayah, dia harus beradoptasi lagi dengan kehidupan barunya, murah senyum dan sopan santunnya membuat dia cepat di kenal sama tetangganya.

tetangga merasa senag atas kehadirannya, mereka percaya bahwa adinda adalah sosok wanita yang bisa jadi teladan bagi anak-anaknya atas kebaikan dan sopan santun tingkah lakunya.

mereka pun meminta agar adinda mengajar ngaji anak-anak kecil di desanya, dengan senag hati adinda menerima tawaran tetangganya, dia mau mengajar ngaji anak-anak kecil di sana, adinda merasa gembira karena semoga ilmu yang telah dia dapatkan di pesantren dulunya, bisa bermanfaat kepada orang dan semoga anak-anak kecil itu bisa menjadi anak yang soleh dan sholehah nantinya.

Melihat ekonomi sang ayah yang berpenghasilan pas-pasan membuat adinda terpaksa harus membatu mencari penghasilan untuk kebutuhan sang ayah dan dirinya setiap harinya, adinda pun meminta izin kepada sang ayah agar di izinkan untuk bekerja, berbekal ijazah sma akhirnya adinda melamar ke salah satu pabrik di daerah desanya, nasib baik pun menghampirinya dia di terima bekerja menjadi karyawan di pabrik tersebut, kabar itu langsung dia beri tahukan kepada ayahnya tidak lupa juga dia sampaikan kepada ibu dan sang kakaknya kalau dia sudah bekerja sekarang, walau jarak tempat tinggalnya jauh dari tempat tinggal ibu dan kakanya tetapi adinda selalu mewajibkan komunikasi setiap harinya agar keharmonisan yang dia dapatkan selalu dia rasakan setiap harinya.

kini waktu adinda di bagi siang untuk bekerja dan malam untuk mengajar anak-anak mengaji, adinda pun merasa bangga dan selalu semangat dalam aktivitas setiap harinya.

Namun keadaan berubah lagi, ketika sang ayah putuskan untuk menikah lagi, sang ibu yang sekarang sangat berbeda tingkah lakunya dengan orang-orang di sekelilingnya, seolah-olah dia tidak menganggap bahwasanya dia itu anaknya, tutur kata dan tingkah lakunya membuat adinda resah dan gelisah di buatnya, dia ber kaca-kaca kenapa ibunya yang sekarang perlakukan dia sperti itu sangat berbeda jauh dengan orang-orang di sekelilingnya, tapi adinda selalu sabar dan selalu berbuat baik tak pernah protes ataupun mengadu terhadap ayahnya.

Dinda selalu berbuat yang terbaik untuk ibu tirinya, dia berharap semoga ibu tirinya bisa berubah dan bisa menerima sepenuhnya bahwasanya dia juga anaknya.

bahkan dinda rela memberikan separuh gaji tiap bulannya kepada ibu tirinya untuk membantu kebutuhan keluarganya, tetapi sang ibu tiri tetap tak tau diri dia tetap tidak berubah sikapnya, dia tak pernah berterima kasih atas apa yang telah adinda lakukan dan berikan kepadanya.

dinda pun di buat binggung atas tingkah laku dan tutur kata sang ibu tiri setiap harinya, dinda hanya bisa pasrah dan terus bersabar menghadapi ibu tirinya, walau sang ibu tiri tak pernah menghargai jerih payahnya, adinda selalu mendoakan yang terbaik untuk ibu tirinya.

dalam setiap doanya dia sisipkan doa agar semoga keluarga yang yng dulu bisa utuh dan berkumpul seperti dulu.

Hari demi hari berganti di dalam keadaan yang membuat hati dinda resah dan gelisah itu, datanglah seorang pemuda dalam hidupnya, dia adalah satu teman karyawan dinda di tempat dinda bekerja, pemuda itu naksir dan ingin adinda bisa menjadi istrinya, dinda mulai tertari dan mulai cocok di dalam hatinya, dia merasa senag sekarang sudah ada sosok orang yang bisa dia ajak cerita keluh kesah yang ada di dalam keluarganya, mereka pun sama-sama merasa cocok dan berlanjutlah hubungan mereka ke hubungan ta’arufan, untuk mengenal lebih dalam lagi watak kepribadiannya, satu sama lainya.

 

Bulan demi bulan pun berlalu kini mereka menjalani hubungan ta’arufannya, karna dinda sebagi seorang wanita yang mematuhi dengan ajaran agama, dinda meminta agar sang calon cepat untuk melamarnya agar tidak ada hal-hal negatif yang didapatnya,

akhirnya sang calon pun menuruti kemauannya mereka datang dengan keluarga untuk membicarakan status hubunganya, dan akhirnya mereka pun bertunangan untuk memantapkan keseriusan hubungannya.

Beberapa bulan kemudian setelah pertunangan terjadi, ada suatu masalah dalam kedua pihak keluarganya yang harus berakhir kandasnya suatu hubungan mereka demi kebaikan bersama.

dinda sangat kecewa dan dan sangat terpukul atas kejadian tersebut dinda merasa hancur atas impian yang dia rencanakan harus berakhir dengan tangisan, untuk seorang wanita melupakan seseorang yang mereka sayangi itu menjadi suatu hal yang mustahil mereka lakukan,

adinda kini menjadi seorang yang pendiam dan selalu nampak wajah yang sedih gelisah di hari-harinya, sangat berbeda dengan dinda yang dulu yang selalu semangat dan selalu ceria setiap harinya.

berbulan-bulan dia mencoba untuk melupakan tetapi dia tak semudah itu menghilangkan kisahnya di pikirannya, sampai akhirnya akhirnya tuhan memberikan petunjuk kepadanya bahwa pemuda itu bukan yang terbaik dan bukan jodohnya,

adinda melihat foto pengantin yang di upload mantanya di salah satu akun media sosialnya, hal ini membuat adinda merasa sock dan tak percaya bahwa sang mantan dengan mudahnya melupakannya,

Adinda pun kini sadar bahwa yang dia lakukan selama ini salah, terlarut dalam kesedihan hanya akan memperkeruh keadaan, kini adinda harus bisa kuat menerima keadaan, fokus ke dalam pekerjaan dan keluarganya itu menjadi hal wajib dia lakukan sekarang, apa lagi di lihat ekonomi keluarganya yang semakin banyak pengeluarannya, adinda harus bekerja keras lagi.

kini hari-hari adinda di isi dengan bekerja dan terus bekerja merubah nasib di masa depanya, sambil terus berdoa semoga tuhan cepat mencabut cobaan yang ada di hidupnya, tetapi tuhan berkehendak lain, tuhan belum merasa cukup menguji adinda agar menjdai manusia yang kuat tangguh dan semakin dekat kepada-Nya.

kini cobaan datang melalui ayahnya, ayahnya sakit dan harus di rawat di rumah sakit, dinda pun binggung harus pontang panting kesana kesini, dia harus bekerja untuk membiayai perawatan ayahnya, tapi dia juga tidak tega meninggalkan ayahnya yang sedang berbaring di rumah sakit.

Masa perawatan di rumah sakit pun berakhir, ayahnya di perbolehkan bawa pulang, asal ayahnya melakukan rawat jalan setiap bulannya, agar dokter bisa mengetahui perkembangan dan kondisi ayahnya, di situlah adinda harus bekerja keras dia harus mengeluarkan biaya rawat jalan ayahnya setiap bulannya, karna gaji yang kecil adinda memutuskan untuk mencari penghasilan tambahan, bermodalkan ilmu menjahitnya, akhirnya adinda membuka jahitan baju  selapas di pulang kerja setiap harinya, yang ber harap ada penghasilan tambahan untuk menuhi kebutuhan dia dan keluarganya,

kini adinda menjadi tulang punggung keluarganya dia harus bekerja berkelahi dengan waktu setiap harinya.

seiring bergulirnya waktu kebutuhan semakin besar dalam hidupnya dan harus memiliki gaji yang lumayan tiap bulannya, akhirnya dia putuskan untuk pindah berkerja ke tempat yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya, untuk mendapatkan gaji yang agak besar tiap bulannya,

Adinda pun kini sudah pindah dalam tempat pekerjaannya, tempat pekerjaan yang sekarang jauh dari tempat tinggalnya hal ini membuat adinda harus menginap di kos-kosan di sana, dinda berjuang sangat luar biasa demi mencukupi kebutuhan dan perawatan orang tuanya dia sampai rela makan hanya 1x seharinya, agar uang makannya bisa dia sisakan untuk tambahan biaya perawatan ayahnya,

di dalam kondisi yang sangat memprihatinkan seperti itu, sang ibu tiri tetap saja tak pernah berterima kasih terhadapnya, yang parahnya lagi di kondisi ayahnya yang lagi sakit sang ibu tiri malah meminta cerai terhadapnya, karan dia beranggapan bahwa ayahnya sudah tak bisa lagi menafkahinya, hal ini membuat kondisi sang ayah drop lagi, adinda pun binggung hal apa yang harus dia lakukan dalam kondisi itu, dia tak mungkin keluar dari pekerjaannya, sedangkan rawat jalan ayahnya tiap bulannya sudah menjadi hal yang wajib di lakukan, di sisi lain adinda juga tidak mungkin meninggalkan ayahnya sendiri tanpa ada yang merawatnya, hal tersebut di ceritakan oleh dinda terhadap ibu dan kaknya,dan mereka meminta agar ayahnya tinggal bersamanya agar sang ayah ada yang merawat dan bisa sembuh seperti dahulu, adinda pun sangat senag karena doa-doanya selama ini akhirnya terwujud juga, keluarga yang dia sayangi kini bisa berkumpul lagi seperti dulu, keceriaan dan kegembiraan itu pun di iringi dengan kisah cintanya, dinda mendapatkan lamaran dari salah satu pemuda yang terhormat, tokoh agama di desanya.

 TAMAT

Semoga adinda, dan kita semua selalu dalam lindungan-Nya, dan selalu senantiasa mengingat-Nya.

Nb: Sepahit apapun itu cobaan pasti akan ada jalan keluar

Bersifat sabar dan tangguh adalah suatu kewajiban dalam kehidupan.

Percaya dan selalu semangat dalam menjalani skenario tuhan

About the Author: khavidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *