Cerpen Cinta Berjudul ” Khayalan Dengan Cinta Monyetku”

Cerpen Cinta Berjudul ” Khayalan Dengan Cinta Monyetku”

Cerpen Cinta Berjudul ” Khayalan Dengan Cinta Monyetku”- “Ayana!!” panggil seseorang yang menyadarkanku dari khayalanku.
“Ada apa Rita?” tanyaku yang sedikit kesal kepada sahabatku itu.
“Apa kau sidah dengar, ada seorang laki-laki yang baru pindah ke sekolah kita ini,” kata Rita histeris.
“Aku baru saja dengar darimu, lagi pula kau tahu kan kalau aku itu tak pernah tertarik pada murid baru,” kataku.
“Ia aku tahu, tapi sepertinya kau akan tertarik dengan yang satu ini, dia itu tampan tinggi, dan dia bahkan bisa

langsung masuk ke kelas unggulan karena kepintarannya,” kata Rita lagi sambil membayangkan wajah orang itu.
Aku hanya bisa terdiam dan mengkhayal lagi, namun aku juga menjadi penasaran dengan orang ini.

Bel akhirnya berbunyi, semua siswa masuk ke kelas, Ibu Mira memperkenalkan murid baru itu, namanya Yudha, dia berasal dari SMA Budi Mulia. Dia memiliki kehebatan dalam bebicara bahasa inggris.

Cerpen Cinta Berjudul ” Khayalan Dengan Cinta Monyetku”

Saat bel istirahat berbunyi, Yudha datang menemuiku, “hai aku Yudha, nama kamu Ayana kan?” kata Yudha.
Aku terkejut dan langsung bertanya, “Dari mana kau tahu namaku Ayana?”
“Papan nama itu,” jawab Yudha sambil menunjuk papan namaku.
“Oh ia, tentu,” kataku sambil tersenyum.
“Tidak, aku sudah tahu namamu sejak dulu,” sambungnya lagi.
“Apa! Bagaimana bisa,” pikirku.
Dia hanya tersenyum sambil meninggalkanku.

Baca juga: novel inspiratif ” GURU IMPIAN” Part:3

Aku terpikir tentang perkataannya tadi ‘aku sudah tahu namamu sjak dulu,’
Apa kami pernah bertemu, atau dia hanya bercanda. Saat aku memikirkan perkataannya itu aku bahkan tidak sadar bel sudah berbunyi dan guru sudah masuk ke kelas.
“Ayana!!” bentak pak Martin padaku.
Aku langsung terkejut dan berdiri, aku juga langsung meminta maaf pada pak Martin.
“Bukankan bapak sudah pernah bilang hilangkan kebiasaan burukmu itu.” kata pak Martin.
“Ia pak maaf.” aku meminta maaf sambil membungkukkan badanku.
Memang aku sering dibentak dan dimarahi oleh guru guru karena aku terlalu sering mengkhayal dan lupa waktu, ibu dirumah juga sering memarahiku dan karena itu juga aku jarang memiliki teman.

Bel berbunyi tanda istirahat ke dua, seperti biasa aku mengkhayal lagi. Tanpa kusadari sejak tadi Yudha ada didepanku.

“Apa yang sedang kau khayalkan Ayana?” tanya Yudha yang berada didepanku dan itu membuatku terkejut.
“Ayolah ceritakan, dulu kau selalu menceritakan khayalanmu padaku,” lanjutnya.
“Tidak Yudha, aku pernah menceritakan khayalanku pada seseorang dan apa yang aku ceritakan itu menjadi kenyataan,” kata ku.

“Ayolah Ayana,” bujuk Yudha lagi.
Aku tidak senang dengan paksaan yang dilakukan Yudha, “baiklah akan kuceritakan”
“Kita berdua berbincang bincang dan kemudian angin kencang berhembus, salah satu pohon didekat kelas kita roboh dan menimpa kelas kita(terjadi), semua orang dikelas berlari kecuali aku, kau mengajakku namun aku tetap bercerita di tempatku. Atap kelas roboh dan menimpaku, aku berhenti bercerita dan pingsan, setelah aku sadar aku sudah ada di rumah sakit terdekat(terjadi). Kau berada disampingku, menemaniku sampai aku pulih. Aku bertanya mengapa kau begitu perhatian kepadaku, dan kau menjawab hal ini juga terjadi sebelumnya(terjadi). Aku menjadi bingung dan kau menghentikanku untuk bercerita lagi, kau berkata bahwa kita sebelumnya adalah teman sebelum kau pindah dan sebelum pindah kau mengatakan padaku bahwa kau menyukaiku.”

Aku terkejut dan tersadar dari khayalanku “ternyata aku masih mengkhayal saat aku menceritakan khayalanku,” kataku dengan perasaan tegang.
“Aku mengerti, kau tak pernah bercerita tentang khayalanmu sejak aku pindah kan,” kata Yudha menenangkanku.
“Gimana kalau kita pulang bareng aja nanti,” ajak Yudha padaku, dan aku menerima tawarannya itu.

Tepat saat pulang sekolah Yudha dan aku pulang bersama sama dengan sepeda yang dibawa oleh Yudha. Kami berbincang bincang selama perjalanan dan aku tahu sekarang bahwa ia adalah Yudha yang sama, yang pernah menjadi sahabatku saat SD dulu, dan pindah rumah saat SMP dulu, sekarang kami bertemu kembali saat SMA.

Tak terasa kami sudah sampai didepan rumahku, “terimakasih sudah mengantarku Yudha, ngomong ngomong rumahmu dimana?” kataku pada Yudha.
“Rumahku ada didekat sini yang cat nya berwarna kuning,” jawab Yudha.
Aku tahu rumah itu, karena disekitar sini hanya ada 1 rumah yang berwarna kuning. “Baik, sekali lagi terima kasih ya,” kataku.
Saat aku ingin membuka pintu rumahku Yudha mengatakan sesuatu, suatu kata yang membuatku sangat terkejut yaitu, “I Love You Ayana, dan sampai jumpa besok Cinta Monyetku,” kata Yudha sambil tersenyum dan mengedipkan salah satu matanya.
Aku terkejut, bahkan sangat terkejut.

Semakin hari kami semakin dekat, selama kami dekat kebiasaanku dalam mengkhayal mulai menghilang. Yudha benar benar membuat hidupku berubah dan sekarang semua orang mengira bahwa kami berpacaran, dan Yudha mewujudkan perkiraan itu, dia melamarku dan pastinya aku menerimanya. Terimakasih Cinta Monyetku, kau sudah merubah hidupku.

Sekian cerpen cinta hari ini terima kasih sudah menjadi pengunjung blog setia nuhudhy.com

Karya: Aulia Theresia

Tinggalkan komentar