Cara Menjadi Remaja Berprestasi dan Bertaqwa Masa Kini

Remaja identik dengan mengalami perkembangan secara fisik, psikis, emosional dan pola pikir. Remaja merupakan sumber daya manusia yang mampu melakukan perubahan dalam pembangunan masa depan. Sebagai calon generasi penerus bangsa yang akan menggantikan generasi sebelumnya, remaja harus dibekali ilmu pengetahuan dan moral yang berkualitas. Remaja generasi sekarang sangat berbeda dengan remaja generasi terdahulu baik dalam segi pergaulan maupun bersosialisasi, cara berpikir dan menyelesaikan masalah. Remaja generasi terdahulu lebih berpikir secara rasional ke masa depan.

Maksudnya adalah mereka berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak dan memikirkan matang-matang mengkajinya kembali dengan melihat dampak yang muncul dari masalah tersebut. Sedangkan remaja generasi masa kini lebih terkesan tak peduli dengan masalah-masalah sosial di lingkungannya. Remaja masa kini telah terpengaruh kerasnya zaman dalam hal pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, bahakan kemajuan teknologi yang seharusnya memberikan manfaat untuk mengembangkan wawasan berpikir justru disalahgunakan. Peran remaja masa kini cenderung menjauhkan diri dari kelompok seusianya.

Mereka hanya mengutamakan kesenangan sendiri. Padahal remaja terdahulu berperan aktif dalam memajukan lingkungan sekitarnya dan menyukseskan kegiatan-kegiatan masyarakat. Misalnya ikut andil dalam bagian karang taruna atau remaja mesjid, menjadi panitia acara tujuh belasan maupun panitia acara keagamaan.
Dalam bersosialisasi, pemuda kurang mengamalkannya dengan baik. Waktu luang yang dimilikinya hanya untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan diri sendiri.

Misalnya saat hari minggu, remaja hanya berdiam diri di rumah sambil bermain game online. Padahal lingkungan sekitar sedang melakukan gotong royong. Bila remaja berpartisipasi dalam gotong royong, mereka akan berinteraksi dengan warga-warga di lingkungannya. Memhami kebiasaan, nilai hidup, dan norma-norma sosial. Bagaimanapun juga, lingkungan juga bisa dijadikan sarana belajar bagi siapapun.

Setiap orangtua pasti mendambakan memiliki anak yang ramah, sopan, pintar dan religius. Anak juga merasa hal itu menjadi kebahagian bagi orangtuanya. Untuk memiliki kepribadian yang baik bukanlah perkara yang mudah. Pengaruh dari lingkungan menjadi tolak ukur baiknya seorang anak. Jika kedua orangtuanya mempunyai sifatnya yang baik, belum tentu anaknya akan menjadi baik pula. Anak mudah terpengaruh dengan lingkungan tempat tingglanya. Bila anak bergaul di lingkungan preman dan pemakai narkoba, maka kemungkinan anak akan terpengaruh memiliki kepribadian seperti itu pula.

Sebagian dari remaja mungkin memilki keinginan untuk menjadi remaja yang berguna dan berprestasi. Namun remaja sulit menemukan cara yang sesuai. Hal itu membuatmu mencari tahu di artikel ini. Penulis akan memaparkan tentang beberapa cara yang bisa membuat seorang remaja menjadi berprestasi dan bertaqwa.

Cara Menjadi Remaja Berprestasi dan Bertaqwa Masa Kini

1. Niat

Niat merupakan kunci terkuat untuk mencapai sesuatu. Begitupun untuk menjadi seseorang yang berprestasi. Niat yang kuat akan memberikan dorongan untuk mencapai segala keinginanmu. Sebelum memustuskan untuk menjadi seorang remaja yang berprestasi, tanamkan di dalam hatimu niat yang sungguh-sungguh untuk mencapaikan. Niat menjadi pondasimu agar tidak mengalami keruntuhan dalam mencapai keinginan.

2. Percaya Diri

Meyakini diri sendiri bahwa diri kita mampu. Yakin akan mendapatkan keberhasilan dan yakin mampu meraih segala impian. Namun mayoritas remaja sekarang ini cendurung kurang percaya pada dirinya sendiri. Ia merasa dirinya gagal padahal belum memulainya. Beberapa dari kamu juga pernah merasakannya bukan? Kamu merasa dirimu memilki banyak kekurangan dari orang lain. Bila kamu terus menerus merasa seperti itu, kamu akan menjauhkan dirimu dari orang-orang sekitar. Buanglah sifat-sifat yang seperti itu. Tanamkan dalam diri kalau dirimu memiliki kemampuan untuk melakukan segalanya.

3. Belajar Sungguh

Masa remaja dituntut untuk memiliki bekal ilmu dan wawasan yang luas untuk bisa mencapai prestasi. Bagaimana cara agar menjadi remaja yang berprestasi? Salah satunya adalah belajar bersungguh-sungguh. Belajar di usia muda akan memudahkan untuk mengingat. Seperti sebuah syair belajar di waktu kecil bagaikan menulis di atas batu, belajar setelah dewasa bagikan menulis di atas air. Dari syair itu menjelaskan bahwa, mencari pengetahuan akan mudah di pengetahuan saat kita masih muda atau remaja. Karena ilmu yang kita dapat akan mudah di ingat dan tersimpan di memori kepala. Bila belajar saat usia dewasa, untuk mendapatkan ilmu itu sangat sulit dan tidak membekas di dalam memori. Mulailah membiasakan diri untuk tekun belajar dan berusahalah untuk mendapat nilai yang sangat memuaskan.

4. Hargai Waktu

Waktu adalah pedang. Gunakan waktu luang yang kamu miliki untuk melakukan hal yang bermanfaat. Misalnya belajar, ikut bimbingan belajar atau mengembangkan hobi. Remaja masa kini kebanyakan kurang menghargai waktu. Mereka melakukan kegiatan yang mementingkan kebahagian diri sendiri. Nongkrong dengan teman-teman berjam-jam di kafe, bermain game online atau berkumpul dengan komunitas tidak ada manfaatnya. Menghargai waktu adalah kunci kesuksesan, sebab kita tak pernah tau berapa lama kita akan hidup di bumi ini.

5. Tanamkan Motivasi

Saat kamu merasa putus asa dengan hasil belajar yang semakin menurun, janganlah kamu langsung menyerah. Ingatlah! Duniamu tidak hanya berhenti di nilai hasil belajar yang menurun. Berusaha dengan sungguh-sungguh dan mencari kesalahan agar kamu bisa memperbaikinya. Remaja masa kini biasanya akan menyerah setelah mengalami hal tersebut. “Ya, mungkin udah takdir.” Padahal itu sama sekali bukan Tuhan yang memberikan. Namun usahamu dalam belajar masih kurang. Motivasilah dirimu dengan kata-kata positif salah satunya “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Haruslah berusaha”

6. Menargetkan

Kamu harus memiliki target belajar. Misalnya seperti target untuk menguasai pelajaran bahasa inggris atau menentukan nilai yang harus kamu dapat dalam suatu mata pelajaran. Biasanya, sesuatu yang di targetkan akan tercapai. Karena dorongan hati bisa mencapai segala keinginan kita. Saat kita merasa putus asa hati akan berkata “Sampai di sini saja? Ingatlah targetmu” penulis pernah merasakan seperti itu./ memang kita tak selamanya bisa memaksakan diri untuk mengapai segala keinginan. Terkadang kita merasa lelah karena usaha yang kita jalani tak ada hasil yang seperti diharapkan. Tapi percayalah, semua akan indah pada waktunya.

7. Aktif

Remaja yang aktif di mana-mana akan memilki koneksi yang luas. Salah satunya aktif di beberapa organisasi atau ekstrakurikuler. Misalnya kamu mengikuti organisasi di lingkunganmu yaitu remaja mesjid. Kamu akan mendapatkan pergaulan yang luas dari mereka yang sebelumnya tidak saling kenal. Bahkan kamu bisa menambah wawasan dari mereka juga loh. Tidak hanya itu, kamu akan mendapat pengalam dalam mengatur sebuah kelompok atau perkumpulan. Hal itu menjadi bekal untukmu dalam memimpin suatu organisasi kelak.

8. Dekat dengan Tuhan

Beribadah dengan Tuhan akan membuatmu merasa tenang bukan? Dalam agama islam, sholat merupakan cara mendekatkan diri dengan Tuhan. Dekat dengan Tuhan otomatis menjauhkan dirimu dari perbuatan yang buruk seperti, memakai narkoba, pergaulan bebas, kenakalan remaja, tawuran, atau malas belajar. Saat kita sudah mendekati diri dengan Tuhan, kita akan merasa tenang untuk focus mengapai impian.

9. Doa Restu

Memang tak ada orangtua yang tidak mendoakan kesuksesan anaknya. Apa salahnya jika kita meminta orang tua untuk mendoakan kita? Karena ridho Allah, ridho orang tua juga. Langkah kita akan lebih mudah bila diiringi dengan restu dan doa orang tua. Saat kamu sedang mengikuti ujian CPNS, kamu mintalah doa kepada kedua orang tuamu agar mudah menjalaninya. Tak ada keberhasilan tanpa doa dari orang tua.

Menjadi remaja yang memiliki kepribadian yang baik dan kepintaran memang bukan hal mudah. Butuh proses panjang untuk mengapai hal tersbut. Remaja yang baik adalah remaja yang bisa menyeimbangkan dunia dan akhiratnya. Arti katanya adalah remaja yang pintar tanpa didikan agama tidak ada apa-apanya.

Memang beibicara tentang hal religius di kalangan remaja masa kini akan di cap sebagai orang munafik. Begini, kita memutuskan untuk berhijab dan menutup aurat padahal sifat di dalam diri belum tentu baik. Teman-teman akan mencemooh “Buat apa berhijab kalo kelakuan masih jahat?” bukankah menutup aurat memang sudah di haruskan bagi setiap muslimah? Membekali diri dengan ilmu dunia dan ilmu akhirat senantiasa akan membantumu menyeimbangkan antara dunia dan akhirat.

Kamu akan memiliki pegangan ilmu akhirat saat realita dunia masih di ragukan. Sekian dari penulis, semoga apa yang telah penulis tuliskan dapat bermanfaat. Salam kaum muda!

About the Author: khavidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *