7 cara mendidik anak, agar anak bisa mewujudkan harapan orang tua.

7 cara mendidik anak, agar anak bisa mewujudkan harapan orang tua.

Bicara soal anak, Setiap orang tua pasti menaruh harapan-harapan yang mulia kepadanya, yakni mempunyai seorang anak yang shalih dan shalihah yang bisa membanggakan orang tua di dunia dan bisa menjadi pertolongan di alam akhirat kelaknya.

Tetapi untuk mewujudkan harapan-harapan itu, kita sebagai orang tua harus mempunyai langkah-langkah cara mendidik anak yang baik dan benar.

7 cara mendidik anak, agar anak bisa mewujudkan harapan orang tua.

Karena bisa kita lihat di zaman modern seperti ini sudah banyak contoh anak-anak yang durhaka kepada orang tuanya sendiri, yang berani menentang dan berbuat semaunya sendiri.

Melihat peristiwa yang sangat mengerikan seperti itu, tentu kita sebagai orang tua sangat tidak ingin apabila anak-anak kita bersikap seperti itu kepada kita.

Nah di kesempatan kali ini saya akan menuliskan tentang Tips mendidik anak yang baik dan benar.

1. Mengajarkan ilmu agama kepada anak mulai usia dini

Mengajarkan ilmu agama kepada anak itu sangatlah penting, terutama bagi kita yang beragama islam, karena menurut saya dengan di bekali ilmu agama seorang anak akan mempunyai bentuk karakteristik dan tingkah laku yang baik, dan akan mempunyai pondasi iman yang kuat.

Oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus bisa mengajarkan ilmu-ilmu agama mulai usia dini kepada anak-anak kita, mengajari bagaimana cara menjadi seorang anak yang bertawaduk mempunyai sopan santun kepada orang tua dan kepada sesama manusia, agar kelak dewasa anak kita mempunyai tingkah laku yang lemah lembut, sopan santun dan bisa menghormati sesama manusia.

2. Melatih kesabaran dan kegigihan

Anak juga harus di latih kesabaran dan kegigihannya, kita sebagai orang tua harus cerdas melatih mengajari kesabaran dan kegigihan kepada anak, agar kelak anak kita menjadi seseorang yang sabar tangguh dan gigih dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan ini.

3. Mengajari anak agar pandai dalam memilih teman

Ketika anak sudah tumbuh besar, ajari dan nasehati agar anak pandai dalam memilih teman, mana teman yang baik untuk dirinya dan mana teman yang tidak baik untuknya, agar anak kita tidak terjerumus dengan pergaulan negatif yang akan merusak moral dan masa depan anak kita.

4. Gemar belajar dan mempunyai cita-cita yang tinggi

Ketika seorang anak sudah mulai tumbuh besar atau sudah memasuki bangku sekolah, ajari anak agar menjadi anak yang cerdas berprestasi, yang selalu haus dengan ilmu.

Ajari anak untuk belajar dan belajar setiap hari untuk menimba ilmu, mencari hal-hal baru yang berguna untuk dirinya  dan di masa depannya.

Dan tanamakan kepada anak agar mempunyai cita-cita yang tinggi, agar dia selalu ingin semangat dalam kehidupan ini untuk mengapai cita-citanya.

Agar kelak anak kita menjadi anak yang berprestasi dan sukses yang bisa membanggakan orang tua, agama dan negara.

5. Ajarkan anak agar mempunyai rasa tanggung jawab yang besar

Sebagai orang tua harus memberikan contoh kepada anaknya dan mengajarkan bagaimana menjadi seseorang yang memliki rasa tanggung jawab yang besar, dan seberapa pentingnya tanggung jawab itu bagi kehidupan kita.

6. Tanamankan sifat yang jujur dan amanah

Sebagai orang tua juga harus memberikan contoh dan mengajari kepada anak agar mempunyai sifat yang jujur dan amanah.

Beri tahu  betapa berharganya kejujuran dan berapa pentingnya amanah itu bagi dirinya dalam kehidupan ini.

7. Tanamkan jiwa tolong menolong yang besar di hatinya

Ajari anak agar menjadi seorang yang mempunyai jiwa tolong menolong yang besar dalam berkehidupan di dunia ini, agar jiwa kasih sayangnya melekat di dalam hatinya agar anak kita menjadi anak yang baik yang selalu ingin membantu orang yang membutuhkan pertolongannya.

 

Demikian artikel ini, tentang 7 cara mendidik anak, agar anak bisa mewujudkan harapan orang tua.

Semoga anak-anak kita menjadi anak yang shalih dan shalihah, yang bisa membanggakan dan mewujudkan harapan-harapan orang tuanya, sekian dari kami, bila ada kesalahan kata dan bahasa, kami minta maaf.

 

Tinggalkan komentar