6. Cara Berpandangan Hidup Yang Baik

Cara Berpandangan Hidup Yang Baik-Manusia memiliki pandangan hidup untuk mencapai tujuan masa depannya. Bagaimanapun setiap manusia harus memiliki pandangan hidupnya sendiri. Ada beberapa manusia yang memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan, ada pula yang menggunakannya sebagai pemicu kesejahteraan, ketentraman dalam hidupnya. Akan tetapi, banyak dari kaum muda yang mengaplikasikan pandangan hidup dengan cara yang salah. Kaum muda masa kini hanya mengikuti pandangan temannya. Apa salahnya kaum muda memiliki pandangan hidup yang baik? Kali ini penulis akan memberikan langkah-langkah yang bisa kaum muda lakukan untuk membuat pandangan hidup kaum muda lebih baik:

Cara Berpandangan Hidup Yang Baik

1. Mengenal

Hal pertama yang harus kaum muda ketahui adalah, setiap manusia memiliki pandangan hidup. Kaum muda dapat memastikan bahwa pandangan hidup telah ada sejak manusia ada di muka bumi. Begitu juga pada manusia pertama di bumi yaitu Adam dan Hawa yang sudah memiliki pandangan hidup itu sendiri. Tentunya kaum muda harus mengenal darimana mula pandangan hidup dan sejak kapan pandangan hidup ada. Jika kita sebagai makhluk bernegara dan beragama, pastinya sudah memiliki pedoman. Salah satunya dalam agama islam yang berpandangan hidup kepada Al’Quran, Hadist, dan Ijma. Sedangkan dalam bernegara Undang-Undang dan Pancasila merupakan pandangan hidup Rakyat Indonesia.

2. Mengerti

Selanjutnya kaum muda harus mengerti. Maksudnya adalah mengerti akan pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara memiliki pandangan hidup berupa pancasila, maka dalam berpandangan hidup kaum muda harus sesuai dengan pancasila dan mengerti apa itu pancasila. Begitu juga dengan pandangan hidup dalam beragama yang berpedoman pada Al-Quran, Hadis dan Ijma kaum muda harus memahami ketiga sumber tersebut dengan benar. Jika kaum muda sudah mengerti terhadap pandangan hidup, akan ada kecenderungan kaum muda mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup.

3. Menghayati

Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu sendiri. Menghayati pandangan hidup dampat memudahkan kita mendapatkan gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu. Maksud dari menghayati di sini adalah menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalam pandangan hidup dengan cara memperluas lebih pandnagan hidup itu. Tahap yang harus kita lakukan dalam memperluas pandangan hidup adalah dengan cara menganalisa hal yang berhubungan dengan pandangan hidup yang kita pegang, bertanya kepada orang yang berpengalaman dan lebih tabu mengenal isi pandangan hidup. Dengan cara menghayati ini, kita akan memperoleh kebenaran dalam pandangan hidup. Hal yang harus kita miliki dalam langkah menghayati ini adalah sikap penerimaan terhadap pandangan hidup itu sendiri. Dalam penerimaan pandangan hidup juga terbagi dua jalur yaitu penerimaan ikhlas dan penerimaan tidak ikhlas. Bila kita memiliki jalur penerimaan ikhlas, maka apa yang kita yakini tidak akan sia-sia. Sebaliknya, bila penerimaan tidak ikhlas apa yang sudah kita pahami akan sia-sia.

4. Meyakini

Setekah kita mengetahui kebenaran dari segi kemasyarakatan, kemanusiaan, negara maupun kehidupan di dunia dan di akhirat, maka seharusnya kita meyakini pandangan hidup yang sudah kita hayati sebelumnya. Meyakini merupakan hal untuk memperoleh suatu kepastian yang hakiki sehingga dapat mencapai tujuan hidupnya. Asal dari meyakini yakni berasal dari penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup. Dengan adanya sikap penerimaan ini, segala tingkah laku dan apa yang akan di lakukan berpedoman atas apa yang sudah dijadikan pandangan hidupnya. Dalam meyakini penting juga adanya iman dan teguh. Sebab, iman dan teguh akan membuat dirinya kuat dari pengaruh luar yang berusaha untuk menggoyahkan. Misalnya, sebagai umat islam yang yakin bahwa Allah SWT memiliki sifat Maha Mengetahui. Sifat tersebut akan membuat orang yang meyakininya akan selalu berbuat baik. Segala perbuatannya, tindak tanduknya, dan tingkah lakuknya diketahui Allah SWT.

5. Mengabdi

Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akherat. Dampak berpandangan hidup Islam yang antara lain yaitu mengabdi kepada orang tua (kedua orang tua). Dalam mengabdi kepada orang tua bila didasari oelh pandangan hidup Islam maka akan cenderung untuk selalu disertai dengan ketaatan dalam mengikuti segala perintahnya. Setidak-tidaknya kita menyadari bahwa kita sudah selayaknya mengabdi kepada orang tua. Karena kita dahulu yaitu dari bayi sampai dapat berdiri sendiri tokh diasuhnya dan juga kita dididik kepada hal yang baik. Oleh karena itu seharusnya mengabdi kepada orang tua kita dengan perwujudannya yang berupa perbuatan yang menyenangkan hatinya, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Artinya apapun yang menjadi hambatan dan tantangan kita untuk tidak mengabdi kepadanya harus selalu ditumbangkan. Jadi jika kita sudah mengenal, mengerti, menghayati, dan meyakini pandangan hidup ini, maka selayaknya disertai dengan pengabdian. Dan pengabdian ini hendaknya dijadikan pakaian, baik dalam waktu tentram Iebih-lebih bila menghadapi hambatan, tantangan dan sebagainya.

6. Mengamankan

Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau mayalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cenderung untuk mengadakan perlawanan. Hal ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya rnaka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya.
Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir.Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankan ini. Langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu. Misalnya seorang yang beragama islam dan berpegang teguh kepada pandangan hidupnya, lalu suatu ketika dia di cela baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka jelas dia tidak akan menertima celaan yang dilontarkan kepadanya. Bahkan jika ada orang yang ingin merusak bakan ingin memusnakhkan agama islam itu sendiri secara terang-terangan ataupun secara diam-diam. Sudah tentu dan selayaknya kita mengadakan tindakkan terhadap segala sesuatu yang menjadi pengganggu.

Setiap manusia berpegang teguh pada pandangan hidupnya masing-masing dan tidak sekalipun dapat terpengaruhi bila manusia tersebut meyakini pandangan hidupnya. Pandangan hidup itu sendiri memiliki sifat kodrat karena dia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup memiliki arti pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pedoman, pegangan dan arahan. Pandangan hidup tidak begitu saja muncul dipikiran kita dalam waktu yang singkat. Melainkan melalui proses yang panjang sehingga mendapatkan pemikiran yang dapat diuji kenyataanya. Dari yang penulis tuliskan di atas, dapat kaum muda terapkan untuk menetukan pandangan hidup yang bisa dijadikan pedoman dalam menuju masa depan yang cerah. Demikian dari penulis, semoga apa yang penulis sampaikan dapat bermanfaat untuk para pembaca.

About the Author: khavidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *