6. Cara Menyelesaikan Masalah Dalam Kajian Islam

Tatkala dalam menjalani kehidupan di dunia ini tidak selalu semulus yang dibayangkan. Menjalankan bisnis, pendidikan atau aktivitas apapun pasti akan menghadapi beberapa masalah. Kehilangan orang yang dicintai, kehilangan harta benda, masalah dengan teman sekolah atau guru, diperlakukan buruk oleh orang lain, kehilangan anggota keluarga dan musibah lainnya.

Masalah datang tidak mengenal bulu. Apakah dia kafir, banyak harta, beriman baik dan sabar tentu mereka akan mendapatkan gilirannya. Terkadang musibah atau masalah yang datang dalam hidup memiliki tingkatan. Ada musibah yang bisa diselesaikan dengan cepat, ada musibah yang diselesaikan butuh waktu yang lama. Tergantung cara manusia menanganinya.

Baru-baru ini negara kita Indonesia sedang di timpa musibah. Mulai dari gempa di Lombok, gempa di Sulawesi dan tragedi pesawat jatuh ke laut. Belum lagi selesai satu masalah, sudah datang masalah yang baru. Pandangan orang lain, musibah yang menimpa tersebut adalah sebuah ujian dari Allah dan sebuah peringatan dari Yang Kuasa.

Kaum muda mungkin pernah mengalami masalah yang berat bukan? Merasa dunia ini tidak adil, ingin secepatnya mengakhiri masalah namun sulit menemukan cara. Memang dalam mengakhirinya butuh waktu yang lama serta usaha yang sungguh-sungguh bahkan membutuhkan bantuan dari orang yang dipercaya.

6. Cara Menyelesaikan Masalah Dalam Kajian Islam

Dari artikel ini, kaum muda bisa menemukan cara mengatasi problem dan bahkan meminimalisir sebelum terjadinya masalah dalam pandangan islam. Namun, artikel ini tidak begitu sempurna. Jangan beranggapan setelah membaca artikel ini semua masalah akan terselesaikan. Pada dasarnya, usaha yang sungguh-sungguh akan mengeluarkan siapapun dari masalah yang dihadapi.

1. Mengucap Kalimat Istirja

Kalimat istirja termasuk bagian dari adab Nabawi yang agung. Karena dalam menyebutkan kalimat tersebut akan membuat hati menjadi tentram dan tenang. Jika kamu sedang tertimpa musibah, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengucapkan:

“Innalillahi wainnaa illaihi rojiun”.

Rasulullah telah bersabda mengenai hal tersebut:

“Tidaklah seorang muslim terkena musibah, kemudian mengucapkan kalimat yang telah di perintahkan oleh Allah Ta’ala dalam Kitabnya. Yaitu mengucapkan “Innalillahi wainnaa illaihi rojiun”, Ya Allah berilah pahala pada musibah yang menimpaku, dan berilah ganti darinya yang lebih baik, melainkan Allah pasti akan menggantinya yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim)

2. Tidak Terburu-buru

Masalah yang biasa kaum muda alami berupa masalah dengan pasangan atau pun masalah dengan teman sekelas. Sering kaum muda melakukan hal yang terburu-buru untuk menyelesaikan masalah. Terkadang, hal yang terburu-buru belum tentu bisa memuaskan. Dalam memecahkan masalah, sebaiknya menyelesaikannya tidak terburu-buru sambil berpikir tentang masalah apa yang sebenarnya terjadi dan memikirkan matang-matang atas apa yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah.

Untuk mengambil keputusan, pastikan kondisi hatimu sedang tenang. Hal itu akan membuatmu mudah menemukan lebih banyak solusi. Jauhkan hatimu dari rasa marah dan terburu-buru. Rasulullah bersabda:

“Berbuatlah dengan lemah lembut dan jauhilah olehmu permusuhan dan perbuatan keji, sesungguhnya tidaklah lemah lembut itu diletakkan pada suatu perkara melainkan ia pasti akan menghiasinya, dan tidaklah di cabut lemah tersebut darin suatu perkara melainkan akan menjadi jelek.” (HR Muslim)

Mengambil keputusan dalam keadaan marah tentu akan berakibat buruk pada penyelesaian masalahmu. Bayangkan, bagaimana jika kamu mengambil keputusan dalam keadaan tenang dalam hati?

3. Sabar

Kunci dalam menjalani masalah adalah SABAR. Saat kamu menceritakan masalahmu dengan orang yang kamu percaya, apa yang akan mereka katakana? “Sabar, semua pasti ada jalan keluarnya.” Dan “ Yang penting SABAR aja. Semua pasti ada solusinya.”
Seandainya kamu tidak memiliki rasa sabar, tentu problem yang kamu hadapi akan semakin besar yang pada akhirnya berujung pada patah semangat dalam menyelesaikan masalah bahkan tidak mau lagi menyelasaikan masalah.

Membiarkan masalah yang terjadi tanpa penyelesaian, tentu akan menambah masalah baru dan akan menumpuk berbagai masalah. Rasulullah Bersabda:

“Sungguh sangat menakjubkan perkaranya seorang mukmin itu, semua perkaranya baik, dan tidak ada pada seorang pun melainkan hanya seorang mukmin, jika dirinya mendapat rezeki dia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika dirinya di timpa musibah lalu bersabar itu juga baik baginya.” (HR. Muslim)

Bila kaum muda tidak sabar dalam tertimpa sebuah musibah, maka tidak pula bagi kaum muda mendapat pahala dari masalah tersebut. Maka hilanglah pahala dan ganjaran dari musibah yang telah Allah SWT berikan. Allah SWT telah memberikan beberapa musibah kepada para Nabi seperti Nabi Ibrahim di lempar kedalam api dan diuji untuk menyembelih anaknya sendiri, Nabi Yaqub menangis karana kehilangan anaknya yaitu Nabi Yusuf sampai hilang penglihatannya dan Nabi Muhammad mendapat ujian dalam mendakwahkan agama islam.

Tentu mereka menjalaninya dengan ikhlas dan sabar. Jika menghadapi sesuatu dengan kesabaran, maka akan mendapat hasil yang memuaskan.
Maksud dari sabar di sini ialah bukan hanya sekedar menahan rasa sedih yang telah mendera hati. Melainkan sabar dalam mencari solusi dari permasalahan yang telah terjadi.

4. Huznudzan (Berbaik Sangka)

Berbaik sangka merupakan bagian dari akhlak terpuji. Dalam menyelesaikan masalah, alangkah baiknya untuk bersikap berprasangka baik dengan Allah SWT. Masalah yang terjadi datangnya dari Allah SWT dan jalan keluarnya akan datang dari Allah SWT juga. Meyakini setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan selalu menyerahlan diri kepada Allah adalah salah satu cara berprasangka baik.

Terkadang kaum muda merasa ujian yang telah Allah SWT berikan sangat berat. Menyalahkan bahwa Tuhan tidak adil. Jika kaum muda terus menyalahkan dan tidak berusaha untuk menyelesaikan, maka masalah yang berlarut akan semakin tumbuh lalu menambah masalah baru.

Begitu pula berprasangka baik kepada orang lain yang memiliki masalah denganmu (Misalnya teman). Kamu merasa pendapatmu berbeda dengannya. Akhirnya saling menganggap dirinya benar dan saling bertengkar. Oleh karena itu, berprasangka baik sesama muslim akan membuatmu lebih tenang. Bisa saling membantu memecahkan masalah dan bukan menambah masalah baru.

5. Tidak Membesar-besarkan Masalah

Sebagian dari kaum muda pasti pernah mengalami membesar-besarkan masalah yang seharusnya masalah tersebut mudah untuk diselesaikan. Salah satu contohnya adalah menumpuk tugas. Hari pertama kamu mendapat tugas dari dosen/guru. Harusnya kamu mengerjakan tugas tersebut dengan cepat, kamu malah menundanya. Hari ketiga, kamu mendapat tugas kembali dari dosen/guru dan kamu menundanya lagi. Semakin banyak tugas yang dosen/guru berikan, semakin banyak kamu menunda waktu.

Pada akhirnya kamu mengerjakan tugas sampai tanggal deadline. Harusnya tugasmu sudah selesai, akhirnya mendapat masalah dari dosen/guru karena tugas yang dikerjakan tidak selesai dengan baik.

6. Istighfar

Allah SWT adalah tempat mengadu dan meminta pertolongan. Atas izin-Nya masalah yang sedang kamu hadapi akan menemukan titik terang (solusinya). Allah memberikan ujian kepadamu tentu ada maksud tertentu yaitu agar kamu kembali mengingatnya.

Manusia memang seperti itu, saat mengalami kesulitan hal yang pertama dilakukan adalah merenung sambil berkata “Ya Allah, mudahkanlah hamba dalam menjalani ujianmu. Dekatkan hamba pada solusinya.”
Rasulullah bersabda:

“Barang siapa yang banyak yang mengucapkan istighfar, maka Allah menjadikan baginya setiap kesedihan jalan keluar, setiap kesempitan dibukakan pintu keluarnya dan diberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Daud)

Setiap masalah yang menimpa pasti aka nada titik terang untuk menuju jembatan penyelesaian. Semua itu akan terjadi jika kamu mau bersungguh-sungguh dan mengikuti beberapa cara yang telah penulis paparkan. Semua pada dasarnya kembali pada Allah SWT. Allah SWT akan memberikan ujian kepada hambanya sesuai dengan kemampuan yang hambanya miliki. Demikan dari penulis, semoga apa yang penulis sampaikan dapat bermanfaat. Semangat kaum muda!

Tinggalkan komentar