5 cara terhindar dari hoax

5 cara terhindar dari hoax

5 cara terhindar hoax- Era globalisasi seperti saat ini telah mengalami beragam perubahan. Salah satunya pada bidang teknologi dan digital. Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat orang-orang mudah dalam mendapatkan informasi dan berita. Biasanya masyarakat melihat berita melalui televise, radio atau surat kabar. Sekarang, cukup melihat media sosial atau situs internet berita sudah muncul tanpa dicari. Saat sedang menggeser-geser layar melihat timeline tiba-tiba muncul berita dengan judul yang provokatif.

Terkadang, hanya melihat judul para pembaca sudah bisa menyimpulkan isi berita tanpa membacanya terlebih dahulu. Banyaknya media berita online yang mudah di akses setiap orang menjadi dampak munculnya berita-berita yang belum diketahui kebenarannya atau hoax.

Pemerintah sekarang ini tengah memberantas problematika berita hoax dengan berbagai cara member iklan edukasi tentang berita hoax, menyebar video edukasi agar terhundar dari hoax di berbagai media sosial. Pemberitaan hoax atau palsu sekarang ini sudah marak terjadi apalagi pada musim pilpres dan pilkada tahun ini. Para pembuat berita hoax sering membuat berita yang menjatuhkan pihak tertentu agar pihak tersebut dibenci. Berita hoax tidak berupa tulisan, melainkan berupa foto dan video.

Masyarakat sekarang ini sangat sulit membedakan mana berita yang real dan mana berita yang hoax. Banyak pemberitaan yang sedang viral mereka tidak mencari kebenaran berita tersebut mereka langsung share begitu saja. Media sosial dan internet sudah menjadi wadah bagi pembuat berita hoax untuk menyebarkan berita palsunya. Sasaran yang dituju adalah kaum milenial yang tidak kritis, para remaja, dan masyarakat yang buta dalam mencari referensi berita. Artikel ini akan membantu pembaca untuk terhindar dari berita hoax. Hal yang harus kamu lakukan adalah:

1. Harus kritis

Saat kamu mendapat kiriman atau informasi berita jangan langsung percaya dengan berita tersebut. Bersikap kritis atas informasi berita tersebut adalah cara agar terhindar dari berita hoax. Bagaimana sih bersikap kritis itu? Cari tahu sumber berita tersebut. Pastikan sumber berita terpercaya dan narasumber yang diwawancarai juga benar. Jangan menyebar berita jika kamu sanksi dengan isi berita. Cukup kamu abaikan saja dan tidak mengaksesnya. Sebab beberapa postingan dengan judul yang heboh berisikan virus computer. Bila telah bersikap kritis, maka akan terbiasa dengan bersikap kritis pada situasi apapun.

2. Baca sumbernya

Berita media online belum tentu isi kebenarannya bisa dijadikan referensi. Sebelum membaca berita, pastikan dengan halaman situs tersebut termasuk media berita terpercaya. Bila situs tersebut masih berasal dari situs blog maka harus hati-hati membaca informasinya. Biasanya berita berasal dari situs blog berupa tulisan pendapat dari penulis yang hanya berupa pemikiran saja. Isi dari berita yang berasal dari blogspot.com atau wordpress.com hanya bisa dipertanggungjawabkan oleh penulis yang kadang tidak menulis dengan nama asli. Saat ingin membaca berita akan lebih baik jika kamu mengakses situs-situs media terpercaya. Sebab situs media terpercaya akan mencantumkan sumbernya dan narasumber yang diwawancarai. Sumber berita yang terpercaya bisa berupa reportase maupun berita portal luar negeri. Bila berita berisi tentang kesehatan, carilah penelitian yang terkait. Sekarang sudah banyak penelitian yang di publikasikan diinternet.

3. Bandingkan

Menjadi orang yang kritis dalam menanggapi berita hoax adalah cara agar terhindar dari berita hoax. Misalnya kamu membaca berita dari sebuah situs. Tidak seharusnya kamu langsung mempercayainya. Dengan membandingkan beritadari situs tersebut pada situs yang sumbernya terpercaya. Bila berita tersebut hanya diberitakan satu situs saja, berita tersebut diragukan kebenarannya. Bisa jadi berita itu hanya akal-akalan penulis untuk menarik pembaca agar situsnya dikunjungi banyak orang. Berfikir juga secara logika, jika pemberitaan tersebut merupakan pemberitaan yang heboh pasti akan diberitakan disemua media bukan? Pasti akan dibahas di televisi juga. Jadi jangan asal mengklik situs yang menggunakan judul yang menghebohkan.

4. Perbanyak referensi

Ada beberapa orang dalam membaca berita tidak membaca satu sumber saja, Melainkan sumber lainnya juga. Hal ini adalah cara memperbanyak referensi berita. Orang-orang akan membaca berota dengan judul yanh heboh dan menarik. Hal tersebut membuat orang mudah percaya dengan membaca judulnya saja. Untuk itu, bacalah dari sumber-sumber yang meyakinkan. Selain itu, bacalah berita di majalah, Koran, bulu-buku, tabloid atau yang lain sebagainya. Membekali diri dengan referensi media berita lain akan membuatmu terhindar dari berita hoax.

5. Jangan percaya dengan foto dan video

Media berita biasanya memasukan foto atau video agar pembaca lebih yakin dengan isi berita. Foto dan video adalah bukti yang kuat untuk meyakinkan si pembaca berita. Pernah terjadi sebelumnya pemberitaan gunung meletus di suatu daerah. Para penybar berita menunjukkan video gunung meletus tersebut. Setelah ditelusuri, ternyata video tersebut telah terjadi beberapa tahun silam. Bahkan video tersebut berasal dari gunung meletus di luar negeri. Untuk itu kamu bisa mencari kebenaran video tersebut melalui Google dengan cara mencapture beberapa scane lalu mengupload ke Google. Cukup mudah bukan?

Masalah berita palsu sudah menjelma begitu saja di zaman modern. Masalah ini tidak terjadi di Indonesia saja, melainkan di luar negeri. Sekarang ini banyak cara untuk menjatuhkan beberapa pihak tertentu dengan berita hoax. Terjadinya berita hoax tidak hanya ada di masa kini saja, melainkan di masa Nabi Muhammad SAW. Pada waktu itu terjadi saat terbunuhnya Khalifah Usman Bin Affan. Umat islam saling menyebar berita bohong tentang pembunuhan Khalifah Usman Bin Affan untuk kepentingan politik. Sehingga memunculkan perpecahan yang mengakibatkan terjadinya peperangan antara Ali dan Muawiyah serta lahirlah sekte-sekte dalam agama islam tersebut.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q.S Al-Hujurat : 6)

Dalam surah Al-Hujurat ayat 6 telah dijelaskan ada dua kata kunci. Pertama adalah berita kedua adalah fasik. Berita di maksud tentu saja memiliki nilai urgensi dalam sisi kehidupan umat manusia. Dan fasik menunjukkan bahwa berita itu disampaikan oleh orang yang keluar dari ketaatan Allah alias telah bermaksiat. Bila demikian, maka hal yang mesti diambil adalah tabbayun atau teliti terlebih dahulu.

Teliti maksudnya adalah, menghidupkan nalar yang mengarah pada berpikir benar lepas dari berbagai prasangka, emosi dan keyakinanan. Langkah sederhananya adalah setiap informasi yang masuk harus di telaah baik-baik. Mulai dari sumber asal usulnya, kebenarannya, manfaatnya dan maslahatnya. Jika memang info yang di dapat sudah meyakinkan, penting dan bermanfaat menyebarluaskannya adalah suatu kebaikan.

Tetapi jika sebaliknya, mengabaikannya dan tidak meng-share ke orang lain bisa jadi menimbulkan masalah. Diantarnya adalah penjara. Sanksi yang di dapat dari penyebar hoax dan pembuat berita hoax bisa berupa penjara atau denda. Demikian dari penulis, semoga pembaca bisa menerapkan cara tersebut agar terhindar dari hoax. Semangat kaum muda!

Tinggalkan komentar